Berita

SMAN 1 Parittiga Galang "Tameng Muda" Anti Korupsi, Hadirkan Polres Bangka Barat

PARITTIGA, Bangka Barat – Upaya pemberantasan korupsi (Tipikor) harus dimulai dari lingkungan paling dasar, termasuk sekolah. Berkomitmen membangun karakter anti-korupsi sejak dini, SMAN 1 Parittiga menyelenggarakan sosialisasi "Pencegahan Dini Tindak Pidana Korupsi" yang menghadirkan narasumber langsung dari aparat penegak hukum, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan yang digelar di aula sekolah tersebut menghadirkan Kanit Tipikor Reskrim Polres Bangka Barat, IPDA Arfi Rizadi, SE., sebagai pemateri utama. Dalam paparannya yang interaktif, Arfi Rizadi tidak hanya menjelaskan definisi dan bentuk-bentuk korupsi, tetapi juga menekankan pada pencegahan perilaku yang dapat menjadi bibit korupsi dalam keseharian.

"Korupsi tidak selalu tentang uang miliaran di proyek besar. Memanipulasi laporan keuangan kelas, menyontek saat ujian, atau memalsukan tanda tangan orang tua itu adalah bentuk awal dari ketidakjujuran yang berpotensi melahirkan mental koruptif," tegas Arfi di hadapan ratusan siswa yang hadir.

Ia menambahkan, nilai-nilai integritas seperti jujur, disiplin, dan bertanggung jawab harus dipupuk sejak masa sekolah. "Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jika dari sekarang karakter anti-korupsi ini sudah mengakar, maka ke depan kalian akan menjadi tameng yang kuat untuk mencegah praktik korupsi di mana pun kalian berada," imbuhnya.

Kepala SMAN 1 Parittiga, Wendi Rais, M.Pd.I., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga sebagai benteng pembentuk karakter.

"Kami berterima kasih kepada Polres Bangka Barat yang telah berkenan berbagi ilmu. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat menanamkan moral dan etika yang kuat kepada siswa-siswi kami. Kami ingin lulusan SMAN 1 Parittiga tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas tinggi dan memiliki imunitas terhadap perilaku koruptif," ujar Wendi Rais.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama acara berlangsung. Banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar hukuman korupsi, bagaimana melaporkan tindakan curang, serta penerapan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan diselenggarakannya sosialisasi ini, SMAN 1 Parittiga dan Polres Bangka Barat berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi juga berani menolak dan mencegahnya, dimulai dari lingkungan terkecil terlebih dahulu.

Sumber: 
Cabdin Wilayah IV
Penulis: 
Wendi Rais
Fotografer: 
Wendi Rais
Editor: 
Dally Sanjaya
Bidang Informasi: 
Cabdindik Wilayah IV